Sunday, April 7, 2013

Marilah kita tingkatkan persaudaraan sesama kita......


Assalamualaikum wm
Bismillahirrahmanirrahim

Saudara dan saudari yang di muliakan

Pertama kali marilah kita sama-sama memanjatkan kesyukuran kita kepada Allah SWT kerana dengan izin dan limpah kurniaNya dapat kita bersua di alam maya ini..
Alhamdullilah semoga kita terus di berikan kekuatan untuk terus berusaha untuk meningkatkan diri untuk melaksanakna amalan yang diredhai Allah..Ingatlah musuh kita yang tak pernah diam untuk menghalang kita dari melaksanakan amalan kebajikan ialah syaitan dan hawa nafsu liar kita….berusahalah untuk berperang  dan mujahadah  untuk melawan musuh yang kita tak nampak ini.

Saudara dan saudari

Pada kali ini saya ingin mengajak diri saya dan saudara saudari untuk melihat hubngan kita sesama manusia dalam rangka hendak berdakwah dan metaati  Allah SWT. Persaudaraan atau ukhwah yang selalu di perkatakan sekarang ini yang semakin hilang disebabkan oleh kelalaian kita atau kesungguhan kita untuk menjaga ukhwah di antara kita. Ia seharusnya bermula daripada diri kita, kemudian di antara suami isteri, anak-anak , sahabat-sababat dan akhirnya masyarakat…

Di dalam buku “Saat mukmin merasakan kelazatan iman karangan Dr Abdullah Nashih Ulwan…beliau menekan tentang beberapa perkara yang boleh kita ambil pengajaran  untuk memperkuatkan lagi ukhwah di antara kita..
Antaranya adalah
1.  Apabila sesaorang diantara kita mencintai saudara kita kerana Allah hendaklah kita memberitahunya bahawa kita mencintainya..Rasullullah SAW bersabda
“ Apabila sesaorang mencintai saudaranya ,hendaklah memberitahukan bahawa ia mencintainya (saudarnya  itu)” [HR Abu Daud dan Tarmizi]

2.  Apabila kita berpisah atau tak akan berjumpa dengan saudara kita, mintalah ia memdoakan kita..Di dalam satu seerah..Sayidina Umar RA berkata, ‘Dalam umrah saya mohon izin kepada Rasulullah SAW, lalu Rasulullah pun mengizinkan saya dan bersabda
“ Wahai saudara ku, janganlah kau lupa kami dari doamu..Kata Umar ‘Rasulullah telah mengucapkan suatu amanat yang mengembirakanku”[HR Abu Daud dan Tarmizi]

3.  Apabila kita berjumpa dengan saudara kita berilah muka yang manis…apatah lagi diantara ahli keluarga kita..
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud
“Dari Abu Dzar RA …Jangan kau pandang ringan perbuatan baik sakalipun kecil. Walau pun hanya dengan menunjukkan muka manis ketika engkau bertemu dengan saudaramu”
Di dalm riwayat lain…”Senyum mu saat berjumpa dengan saudaramu adalah sedekah”

4.  Apabila kita bertemu dengan saudara kita segeralah berjabat tangan dengannya. Rasullullah SAW bersabda yang bermaksud
“Tidaklah dua orang berjumpa, lalu keduanya berjabat tangan, kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya berpisah.[HR Abu Daud]

5.  Pernbanyakkanlah menziarahi atau mengunjungi saudara kita. Rasulullah SAW bersabda
“Sesiapa saja yang mengunjungi orang sakit atau orang mengunjungi saudaranya kerana Allah, maka berserulah malaikat’Semoga engkau diharumkam dan diharumkan pula perjalanan mu serta disediakan pula sebuah tempat untukmu disyurga”[HR Abu Daud]
6.  Hendaklah kita berusaha untuk membahagiakan atau menggembirakan saudara kita apatah lagi disaat ia sangat memerlukan…Rasullullah SAW bersabda yang bermaksud
“ Dari Anas bin Malik RA, ia berkata bahawa Nabi bersabda, “Siapa saja yang bertemu dengan saudaranya kerana perkara yang dicintainya demi kebahgiaannya maka Allah memberi  kebahgiaan baginya pada hari Kiamat.”[HR At Tabarani]
7.  Hendaklah kita membiasakan diri kita supaya memberikan hadiah kepada saudaranya.  Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud…
“ Mestinya kalian memberikan hadiah, kerana hadiah itu mewariskan kasih sayang menghapuskan kedengkian dan sifat-sifat iri hati”. Dan di dalam riwayat yang lain, Rasulullah SAW bersabda “Saling memberi hadiahlah kalian. Niscaya kalian akan saling mencintai”[HR At Tabarani].
8.  Hendaklah kita cuba melaksanakan hak-hak persaudaraan secara sempurna. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud
“ Siapa saja yang menghilangkan kesusahan seorang mukmin dari beberapa kesusahan dunia, maka Allah hilangkan kesusahannya dari beberapa kesusahan pada Hari Kiamat. Siapa saja yang memudahkan kesulitan akan Allah mudahkan ia di dunia dan Akhirat. Siapa saja yang menutupi seorang mukmin dari keaibannya, akan Allah tutupi ia di dunia dan akhirat. Dan Allah menolong hambaNya selama hamba itu menolong saudaranya [HR Muslim]

Saudara dan saudari

Peringatan oleh Ulamak Muktabar di atas mengajak kita sama-sama menilai diri kita.  Apakah sumbangan yang dapat kita berikan untuk tingkatkan ukhwah antara kita..Bina lah ia atas dasar keikhlasan, keimanan dan ketaqwaan.  Mulalah dengan diri kita dan pohonlah pertolongan dari Allah….Yakinlah Allah lah akan memberi ketenangan dan mempertautkan hati-hati kita..Tautan hati ini tidak akan berlaku atas dasar yang lain walau pun kita membelanjakan jutaan ringgit…Persaudaraan yang hakiki telahn pun terbukti di kalangan para sahabat yang di didik oleh Rasulullah SAW……

Sekian, maaf di pinta.





Tuesday, January 15, 2013

Email dari kawanku..untuk perkongsian dan renungan kesihatan kita : The Effective Sweet Treat that Relieves Arthritis PaiBy Jim Healthy On October 19th, 2012)n (


Email dari kawanku..untuk perkongsian dan renungan kesihatan kita : The Effective Sweet Treat that Relieves Arthritis Pain
By Jim Healthy On October 19th, 2012


Did you know that there are certain kinds of foods that actually help reduce or even stop arthritis pain?

These “superfoods” are usually easy to find and inexpensive.
Of all the foods that help fight against arthritis — delicious, sweet pineapple comes up close to the top of the list.

The Sweet Pain Reliever

For generations, people around the world have used fresh pineapple to ease their arthritis inflammation.
Loaded with joint-protecting vitamin C, pineapple is undoubtedly a superior arthritis-healing food.

Its anti-inflammatory ingredient — bromelain — is so potent that many boxers drink the juice after fights to heal their bruises.

A 1960 study compared boxers who took bromelain with those receiving a placebo.
In just four days, an amazing 78% of those taking bromelain were inflammation-free, while only 14% of the control group had recovered.
Other than bromelain, pineapple also contains manganese, which strengthens bones and protects joints.
Here are 5 reasons you should be indulging in this delicious fruit if you struggle with joint pain and arthritis:

Reason #1: Joint Protection
Higher intake levels of the antioxidant vitamin C is essential for people with arthritis…
And just one cup of pineapple has a whopping 94% of the recommended daily allowance (RDA)!
Research published in the Annals of the Rheumatic Diseases showed that vitamin C-rich foods protect against inflammatory polyarthritis, a type of rheumatoid arthritis in which two or more joints are affected.
If you have osteoarthritis, you may be concerned by warnings that you should not increase your vitamin C intake. But know that those warnings are based on a 2004 study on guinea pigs!
Studies on humans show vitamin C actually reduces pain, cartilage loss and disease progression.

Reason #2: Healthier Joint Tissue
Pineapple is a great source of the trace mineral manganese.
Manganese is absolutely essential for building healthy joint tissue and dense bones. One cup of pineapple provides 128% of the RDA for manganese.
Research shows that manganese tackles free radicals that can damage joint cartilage.
Tip: It’s best to eat your pineapple raw. Fruit skewers alternating fresh pineapple chunks with strawberries is a great way to do that. Grilled and cooked pineapple is extraordinarily tasty too.

Reason #3: Smoother Joint Movement
Pineapple’s enzymes literally clean up “rusty” joints. When you eat pineapple on an empty stomach, the enzymes go right to work on your joints.
Tip: If you eat pineapple with other foods, the enzymes divert their activity to digesting the rest of your meal instead of the gunk in your joints.
So keep pineapple around for between-meal snacks. Juice the hard inner core as well to take advantage of the concentrated bromelain located there.

Reason #4: Pain Relief
For optimal arthritis pain-relief, eat fresh pineapple.
The bromelain in pineapple is destroyed by heat, so fresh pineapple will give you the most benefit.
Frozen pineapple retains active enzymes, but canned fruit and commercially processed juice don’t provide the anti-inflammatory benefit of fresh fruit.
It’s important to note bromelain causes anti-clotting activity…
So you should consult with your physician before combining pineapple with blood-thinning medications such as warfarin (Coumadin), heparin, or aspirin.
Tip: If the fruit needs to ripen, keep it on your kitchen counter for a couple days. You’ll know it’s sweet and ready to eat when the bottom softens a bit.

Reason #5: Protection from Inflammation
Pineapple’s bromelain halts inflammation.
The sulfur-based enzyme bromelain in fresh pineapple is one of the best-researched natural anti-inflammatory agents around.
Bromelain clobbers inflammatory agents that trigger joint pain and cartilage degeneration.
A 2006 study cited in Clinical and Experimental Rheumatology found that supplemental bromelain is effective in easing discomfort from hip arthritis.
The Arthritis Foundation stated that pineapple’s bromelain produces effects comparable to NSAIDs for relieving pain and inflammation.

UK researchers reviewed ten studies on osteoarthritis and bromelain. They found that every single one confirmed bromelain’s benefits.

Tip: Most of the bromelain in pineapples is found in the core and the stem. So don’t throw away that tough, fibrous core!
Just chop it up, throw it in a blender with some water and pulse to convert it to juice.

If you’d like to discover more “superfoods” that can halt your arthritis
And also drastically reduce your chances of being afflicted by cancer, heart disease, diabetes…

Check out my Arthritis Interrupted e-book. It provides you with real and immediate ways to start improving your health and healing your arthritis…
For a pain-free life!
please refer to  Jim Healthy for more information....

Thursday, December 13, 2012

Sedikit catatan Datuk Mohd Zawawi Yusof yang boleh dikongsi bersama berkaitan masa dan kehidupan….



Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum wm

Alhamdullillah, bertemu kita sekali lagi  di medan siber ini dan di doakan saudara dan saudari sentiasa di rahmati Allah SWT. 

Saudara dan Saudari yang dimuliakan

Di sini saya ingin berkongsi catatan Ustaz Datuk Mohd Zawawi Yusof berkaitan dengan masa dan kaitannya dengan kehidupan kita. Input sebegini boleh kita murnikan dengan kefahaman yang sedia ada…

IMAM Hassan al-Banna ada menyebut, “Masa adalah kehidupan”. Ertinya, orang yang tidak mempedulikan masanya seolah-olah mereka membuang kehidupannya.
Dalam erti lain, orang yang membuang masa sama seperti membunuh kehidupannya. 

Islam sebagai agama yang mempelopori kecemerlangan sejak awal-awal lagi iaitu ribuan tahun dulu menyerang dan mencela mereka yang alpa dalam mengurus masa.

Sebagaimana firman Allah yang bermaksud: “Demi masa sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan beramal soleh dan mereka yang berpesan dengan kebenaran dan kesabaran”. 

Hebatnya masa menurut Allah SWT sehingga banyak perkataan ‘sumpah’ dalam al-Quran dikaitkan dengan masa. Seperti demi waktu malam, demi waktu Duha, demi waktu siang dan banyak lagi. 

Generasi silam yang mencipta kecemerlangan kerana mereka bijaksana dalam mengisi masa. Mereka bukan hanya membaca, tetapi mengkaji dan menganalisis.

Mereka bukan hanya menjadi pengguna, tetapi pencipta, mereka bukan saja penulis ,tetapi menterjemah dalam bentuk perbuatan. Tidak hairanlah jika mereka menjadi tokoh di usia muda.

Saudara dan saudari
Kenapa kita tidak boleh jadi seperti mereka? Mereka manusia, kita pun manusia. Jumlah hari dalam setahun masih sama 365 hari, sebulan masih juga 30 hari dan tujuh hari seminggu pun masih tidak berubah sehari semalam 24 jam tetap seperti dulu.

Cuma berbeza ialah cara mereka mengisi ruang masa. Lihatlah Imam Al-Jauzi berkata, dia pernah membaca sebanyak 20,000 buku.

Ibnu Sina ketika merawat Sultan memilih untuk membaca semua buku di perpustakaan diraja daripada menerima pangkat kebesaran.

Imam Syafie mempunyai lebih daripada 1,000 guru. Cerita seumpama itu sepatutnya menjadi sumber motivasi kepada kita.

Bayangkan jika kita menghabiskan masa sejam sehari tanpa faedah dalam setahun kita membuang 365 jam kehidupan kita.

Dengan jumlah masa sebegitu banyak jika kita gunakan untuk mempelajari bahasa sudah berapa bahasa kita boleh faham?

Jika kita gunakan masa sebanyak itu untuk menghafal ayat al-Quran sudah berapa surah kita hafal? Itu baru sejam satu hari.

Bayangkan berjam-jam kita bersembang, melepak di tepi jalan, membuang masa di depan komputer, melayari face book tanpa kawalan, berborak tanpa tujuan, merayau-rayau, apa lagi lumba haram dan pulang dari pusat hiburan ketika Subuh menjelang.

Malang sekali jika kita termasuk dalam senarai mereka yang diisytihar Allah sebagai orang yang paling rugi. Hidup ini mempunyai tiga masa saja, iaitu masa yang sudah lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang atau masa kita adalah semalam, hari ini dan esok.

Kehidupan kita hari ini sebenarnya ditentukan masa silam dan bagaimana kehidupan esok ditentukan sikap kita hari ini. Sekiranya sifat malas yang kita ‘semai’ nescaya kegagalan yang akan kita tuai kelak.

Jiwa yang besar menghiasi diri dengan ilmu manakala jiwa sederhana bercakap soal peristiwa saja dan jiwa yang rendah asyik bercakap mengenai orang saja.

Orang yang berfikiran cetek pula hanya sibuk bercakap mengenai dirinya saja. 

Malah, berkaitan masa juga, Rasulullah memberikan peringatan kepada kita untuk memanfaatkan masa dalam lima keadaan iaitu: 
  Masa muda sebelum tua. 
  Masa sihat sebelum sakit. 
  Masa kaya sebelum miskin. 
  Masa lapang sebelum sibuk. 
  Masa hidup sebelum mati.


Kecergasan fizikal dan mental ketika muda sepatutnya digunakan untuk menimba ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin sebab apa yang akan terjadi pada hari tua ditentukan mengikut apa yang kita lakukan ketika muda.

Nikmat kesihatan juga amat berharga. Seluruh anggota badan kita adalah milik Allah yang wajib kita jaga amanah itu. Ramai yang tidak menghargai nikmat sihat yang mana terbabit dalam aktiviti yang membawa kemusnahan dan kesengsaraan pada diri.

Kekayaan tidak kekal, malah ia boleh bertambah dan hilang musnah sekelip mata. Justeru kekayaan adalah amanah, mendapat dan menggunakannya mengikut peraturan Allah.

Kita boleh mencari harta sebanyak mungkin, tetapi bukan untuk menjadi seperti Qarun yang mabuk dengan kekayaan dilaknat dan diazab atau pun tidak menjadi Tha’labah yang kaya tetapi bakhil.

Jadilah kekayaan harta yang kita miliki untuk menjadi seorang dermawan. Terakhir sekali yang amat penting masa hidup sebelum mati.

Kata Saidina Ali: “Sesiapa yang ingin hidup selepas mati, bersedia dengan amalan dan sesiapa yang tidak beramal tiada lagi kehidupan (kenikmatan) selepas mati.”

Saudara dan Saudari yang dimuliakan

Sekian, semoga catatan dan nasihat di atas dapat membantu kefahaman kita dan kaitkan penjagaan masa dengan segala aktiviti harian kita…Marilah muhasabah diri kita untuk tahun 2012 yang akan berlalu beberapa hari lagi…jika ada amalan baik yang kita lakukan bersyukurlah…tingkatkan pada tahun hadapan InsyaAllah..tetapi sekiranya perbuatan maksiat dan dosa yang banyak..bertaubatlah dengan sabenar-benar taubat…

Wassalam dan maaf di pinta..
Rujukan catatan Datuk Mohd  Zawawi Yusof HM

Wednesday, December 12, 2012

Carilah pasangan berdasarkan kehendak syarak….jadikan pengalaman pahit sebagai panduan kita…


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum wm


Saudara dan saudari yang dimuliakan

Berita hari ini antaranya berkaitan dengan rumahtangga pasangan muda sekarang ini amat menyedihkan. Peristiwa sebegini merupakan bahan didikan hati yang praktikal untuk kita muhasabah diri kita dan ahli keluarga.  Bagi mereka yang telah berumahtangga dan bahagia bersyukurlah kepada Allah dengan meningkatkan lagi  ibadah kita  kepada Allah SWT…inilah jalan untuk mengekalkan kita untuk mendapat hidayah dan pertolongan dari Allah untuk meneruskan kehidupan yang penuh ujian ini.  Gangguan di perjalanan kehidupan yang berterusan juga oleh syaitan, iblis dan nafsu juga perlukan pertolongan dan kekuatan dari Allah SWT…Sekiranya berlaku juga sebagaimana yang terdapat di dalam berita semasa ini…cepat-cepatlah muhasabah diri tentang kesalahan-kesalahan kita yang lalu yang tidak syarak yang telah kita lakukan dan bertaubatlah dengan sabenar benar  taubat…Allah sangat suka dan sayang kepada kita lebih dari manusia yang kita sayangi di dunia ini…yakinlah dengan pertolongan Allah dengan kembali menyerah diri secara total kepada Allah SWT dan bukannya kepada makhluk yang lemah….

Marilah kita renungan ingatan Allah SWT di dalam surah Fathir ayat 5 yang bermaksud…
“ Wahai umat manusia, sesungguhnya janji Allah(membalas amal kamu) adalah benar; maka janganlah kamu diperdayakan oleh kemewahan hidup di dunia dan janganlah syaitan yang menjadi sabesar-besar penipu itu berpeluang menyebabkan kamu terpedaya dengan (kemurahan) Allah (lalu kamu lalai dan menderhaka)…..  

Semoga peristiwa di bawah yang dilaporkan oleh  Harian Metro pada 121212 ini….menjadi ikhtibar bagi kita…carilah pasangan dan jagalah pasangan kita supaya terikat dengan Allah di dalam apa jua tindakan kita…

1.  Pokai judi sepak isteri
GOMBAK: Seorang lelaki tergamak menendang perut isterinya yang sedang tidur di kediaman mereka di Aman Puri, di sini semata-mata untuk meminta wang bagi membolehkannya berjudi selain mengugut akan membunuh mangsa jika enggan memenuhi permintaannya, kelmarin.
Dalam kejadian jam 5 pagi itu, wanita berusia 19 tahun yang sedang tidur mengerang kesakitan selepas ditendang suaminya berusia 20-an yang baru pulang ke rumah. 
Menurut sumber, mangsa yang kesakitan mempersoalkan tindakan suaminya itu yang tiba-tiba mengamuk dan memukulnya sebelum lelaki terbabit meminta mangsa menyerahkan wang kepadanya.

“Mangsa bagaimanapun memberitahu tidak mempunyai wang pada masa sekarang menyebabkan suaminya itu terus mengamuk dan menghamburkan kata-kata kesat.

“Suami mangsa juga turut memukul dan memaksa mangsa menyerahkan wang selepas duit yang diberikan sebelum ini habis digunakan di meja judi,” katanya.

2.  Suami lewat balik naik hantu

KUALA LUMPUR: Angkara menegur suami, seorang wanita berusia 29 tahun cedera di badan dan kepala selepas disepak terajang lelaki terbabit dalam kejadian di rumah mereka di Cheras, di sini, kelmarin.
Dalam kejadian jam 11 malam itu, mangsa dipukul suaminya berusia 29 tahun selepas menegur lelaki terbabit yang sering pulang lewat ke rumah.

Menurut sumber, mangsa yang menunggu kepulangan suaminya sejak jam 8 malam berang selepas lelaki terbabit tidak pulang ke rumah.
“Sebaik suaminya tiba di rumah jam 11 malam, mangsa menegur suaminya yang sering pulang lewat malam dan mula mempersoalkan aktiviti luar lelaki terbabit.

“Tindakan mangsa menimbulkan kemarahan suaminya menyebabkan berlaku pertengkaran,” katanya.

Katanya, suami mangsa yang gagal mengawal kemarahan mula bertindak agresif dengan memukul mangsa. “Lebih malang, suami mangsa yang bagaikan dirasuk terus menyepak terajang mangsa hampir 10 minit,” katanya.
Sumber berkata, ketika disepak terajang itu, mangsa hanya mampu menutup kepalanya menggunakan tangan.

“Suami mangsa hanya berhenti memukul mangsa selepas mendengar tangisan anak lelaki mereka berusia dua tahun sebelum lelaki terbabit keluar daripada rumah,” katanya.
Tidak berpuas hati dengan tindakan suaminya, mangsa tampil membuat laporan di Balai Polis Cheras, di sini, menuntut siasatan dan tindakan lanjut diambil terhadap lelaki terbabit.

Sekian, Wassalam dan maaf di pinta…

Sunday, October 28, 2012

Renungan hadith...Allah SWT akan ingat melebihi orang yang mengingatNya

Assalamualaikum wm...

Bismillahirrahmanirrahim

Marilah kita kita cuba sentiasa mengingati Allah ..walau di mana pun kita berada..
Ingatlah akan pesanan Rasulullah kepdaa kita...
" Dari Abu Hurairah RS berkata...Nabi Muhammad SAW bersabda..Allah SWT berfirman " Aku mengikuti dugaan hambaKu dan Aku bersamanya jika ia berzikir kepadaKu. jika ia berzikir dalam dirinya, Aku akan mengingatkannya dalam diri Ku. Jika ia berzikir di dalam sekelompok orang, Aku akan mengingatkannya di sekelompok yang lebih baik daro mereka." (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Sekian, semoga kita dapat mengambil pengajaran dari hadith di atas...
Wassalam.

Wednesday, October 24, 2012

Sedikit panduan dari Ustaz Zaharuddin Abd Rahman untuk di kongsi bersama...., Fiqh: Yang berkaitan dengan ibadah korban ...


Bismillahirahmanirahim
Assalamualaikum wm
Saudara dan saudari yang dimuliakan
Alhamdulillah di doakan kita semua sentiasa di rahmati dan dilindungi Allah SWT. Bersyukurlah kepada AllahSWT  dengan berusaha melakukan amalan yang terbaik, yang di kehendaki Allah di dalam kehidupan seharian kita..

Di kesempatan ini saya ingin berkongsi fakta berkaitan ibadah korban saperti yang di tulis oleh Ustaz Zaharuddin Abd Rahman.  Semoga membantu menambahkan lagi kefahaman kita…..



Hukum berkorban adalah sunat muakkad (yang dituntut) bagi orang yang mempunyai lebihan dan kemudahan harta. Demikian pendapat majoriti ulama termasuklah sahabat besar seperti Abu Bakar as-Siddiq r.a, Umar al-Khattab r.a,  Ibn Mas'ud r.a dan lain-lain, kecuali Imam Abu Hanifah yang berpendapat berkorban wajib bagi mereka yang berkemampuan.

Bagi menggandakan pahala korban, seseorang yang sudah berniat awal untuk melakukannya digalakkan menahan diri daripada memotong rambut dan kuku. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Muslim yang sohih, ertinya:-

“Barangsiapa yang ingin menyembelih (berkorban), dan telah masuk 10 awal (Zulhijjah), maka janganlah dia memotong apa-apa rambut atau kukunya  sehinggalah sampai korban dilaksanakan." (Muslim, 3/39)

Justeru, majoriti ulama daripada mazhab Maliki, Syafie dan sebahagian Hanbali menyatakan makruh hukumnya bagi melanggarnya.

Bagaimanapun, tiadalah termasuk dalam kategori haram kerana Aisyah r.a pernah meriwayatkan bahawa beliau pernah menempah (menandakan dan membeli binatang) dan diniatkan untuk dilakukan Qurban, dan Aisyah r.a menyebutkan, tiadalah Nabi SAW mengharamkan apa-apa (semasa menunggu masa untuk menyembelih) sehinggalah sampai waktu sembelihan. Hadis tersebut adalah sohih riwayat al-Bukhari dan Muslim.

Oleh itu, adalah dibenarkan untuk memotong kuku jika boleh mengganggu kesempurnaan wuduk dan lain-lain kewajiban.

Korban dengan Bayar Sedekah Duit Tanpa Wakil Sembelihan


Tidak dibenarkan juga berkorban hanya dengan membayar harganya atau membeli daging lembu yang telah disembelih daripada pasar lalu disedekahkan atas niat Qurban. Tatkala itu, pemberian daging dianggap sedekah biasa sahaja dan bukannya korban yang disyariatkan pada hari raya Aidiladha.

Pahala korban adalah jauh lebih hebat daripada bersedekah harganya sahaja. Hal ini adalah fatwa oleh majoriti ahli ilmu seperti Imam Abu Hanifah, Malik, Syafie, Ahmad dan lain-lain.

Adalah diingatkan jua agar meniatkan korban itu adalah kerana Allah SWT semata-mata, menuruti sunnah Nabi SAW dan Nabi Ibrahim a.s dan bukannya untuk menyedekahkan daging atau lain-lain niat. Firman Allah yang bermaksud:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keredaan) Allah, tetapi ketakwaan daripada kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Hajj : 37)


Kongsi Lembu

Harus hukumnya menurut majoriti ulama untuk berkongsi seekor lembu dengan dibahagikan kepada tujuh bahagian atau seekor kambing berdasarkan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir r.a.

Adalah digalakkan juga untuk menyembelih sendiri (jika berkemampuan) atau menghadiri majlis sembelihan.

Sebuah riwayat hadis pernah mencatatkan nasihat Nabi SAW kepada Fatimah yang ingin berkorban. Ertinya;

"Hadirkanlah dirimu pada waktu sembelihan, diampunkan bagimu daripada titisan darah sembelihanmu yang pertama"

Mematahkan Tulang Dan Tanduk Binatang Korban


Majoriti ulama mengharuskannya manakala tegahan untuk mematahkan tulang hanya dalam hal akikah dengan doa ia menjadi kebaikan kepada si bayi berdasarkan hadith riwayat Al-Bayhaqi. Maksudnya;

“Sunnah adalah dua ekor kambing bagi anak lelaki dan seekor bagi perempuan, dimasak dan tiada dipecahkan tulangnya.” ( Riwayat Al-Bayhaqi dan Al-Hakim)


Namun tiada sebarang nas atau dalil yang menegah dalam bab sembelihan korban.

Binatang Terbaik untuk Korban

Yang terbaik adalah unta, diikuti oleh lembu, kerbau, kemudian biri-biri, kambing dan jika tidak mampu bolehlah 1/7 dari unta, lembu, kerbau.

Yang terbaik sudah tentulah yang paling banyak dagingnya maka lebih ramai mendapat merasai dan manfaatnya.

Korban di Luar Kawasan

Hukum asal, yang terbaik adalah sembelih dengan tangan sendiri di dalam kawasan bagi manfaat orang sekeliling.

Namun, diharuskan mewakilkan seseorang menyembelih di luar kawasan kerana hukum daging Qurban boleh disimpan dan diagihkan kepada sesiapa jua sama ada di dalam kawasan atau mereka yang di luar.

Namun, ulama Mazhab Shafi’e tidak membenarkan dipindah keluar kawasan jika di dalam kawasan masih terdapat yang memerlukan. Demikian pendapat sebahagian ulama kontemporari (Ibn Uthaimin & Majlis Fatwa Kuwait) kerana kehilangan maslahat sebenar daripada udhiyyah. Bayangkan apabila kita mewakilkan seseorang lain melaksanakan korban itu sudah menyebabkan kita terluput daripada melaksanakan sunnah sembelihan dengan tangan sendiri sebagaimana Rasulullah tidak pernah mewakilkan sembelihan baginda kepada orang lain.

Malah sewaktu hari raya korban berlangsung, bagi mereka yang mewakilkan kepada pihak lain, apakah yang dapat mereka rasakan daripada ibadah korban kecuali hanya seolah-olah menyedekahkan wang sahaja, sepatutnya korban melebihi dari hanya sekadar sedekah wang dan makanan. Korban adalah suatu ibadah khas menghidupkan syiar dalam komuniti dan diri.

Gabung Korban dan Akikah

Mazhab Syafi’e, Maliki dan Pandangan Ahmad: Tidak boleh kerana maksud keduanya berbeza. Korban objektifnya untuk diri dan menaikkan syiar Allah, manakala akikah adalah tanda kesyukuran atas kurniaan anak. Imam Ibn Hajar Al-Haithami Al-Syafie, menyatakan bahawa - jika diniatkan seekor kambing untuk korban dan akikah sekaligus, tiada diperoleh salah satu antara keduanya, kerana keduanya sunnah yang maqsudah atau khas pada tujuan tertentu.

Sementara itu, Mazhab Hanafi, Pandangan Ahmad, al-Hasan Basri, Ibn Sirin dan Qatadah serta Majlis Fatwa Kuwait - Harus digabung semua dengan niat korban atau sebahagian korban dan sebahagian akikah.

Pandangan yang terpilih adalah tidak menggabungkannya jika punyai kemampuan.

Pembahagian Daging

Daging korban yang telah siap dilapah bolehlah dibahagikan seperti berikut :
1/3 (sepertiga) kepada tuan rumah yang berkorban,
1/3 (sepertiga) kepada fakir miskin termasuklah jirannya dan saudara mara dan
1/3 (sepertiga) lagi bagi sesiapa yang memintanya.

Agihan ini berdasarkan firman Allah SWT yang bermaksud;

"Dan makanlah ia, dan berikanlah ia kepada orang yang susah dan fakir." (Al-Haj : 28)

dan juga firman Allah SWT yang bermaksud;

"Dan makanlah ia, dan berikanlah kepada orang yang memintanya dan yang tidak memintanya" (Al-Haj : 36)


Inilah yang dilakukan oleh Nabi SAW sebagaimana riwayat Ibn Abbas r.a dan Ibn Umar r.a. Namun demikian harus (dibenarkan) untuk tidak mengikut cara pembahagian ini samada untuk makan keseluruhannya atau kebanyakkannya.


Upah kepada Tukang Sembelih dan Lapah Serta Jual Daging Qurban

Dilarang memberikan tukang-tukang lapah dan penyembelih upah atas usahanya (iaitu dengan ditetapkan dari awal), Namun, harus jika dia termasuk daripada kalangan fakir miskin atau diberikan secara sukarela orang ramai sebagai hadiah. Hal ini berdasarkan sebuah hadis yang bermaksud;

“Rasulullah mengarahkan aku agar tidak memberi pelapah sesuatu apa (upah) pun.” ( Riwayat Al-Bukhari)

Namun, boleh diberikan daging korban sebagaimana orang lain.

Tidak dibenarkan juga sepakat ulama untuk menjual dagingnya. Namun tidak sepakat berkenaan penjualan kulit, bulunya dan tulang hasil Korban. Majoriti mazhab termasuk Syafie tidak membenarkan.

Dibenarkan untuk menyimpan daging korban walaupun melebihi 3 hari berdasarkan hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Muslim.

Memberi Daging Korban kepada Orang Bukan Islam


Ulama berbeza pendapat dalam hal ini, sebahagian mazhab mengatakannya haram, ada yang mengatakannya makruh dan Mazhab Hanbali, Hanafi mengatakannya sebagai harus kerana ia bukannya sedekah wajib. Namun tiada khilaf, mendahulukan umat Islam adalah lebih utama dalam hal ini.

Berkorban atau Membayar Hutang

Bolehkah seorang yang dibebani hutang bank dan rakan, berkorban sekali setahun demi tawaran pahalanya?.

Justeru, untuk menentukan keutamaan sama ada menjelaskan hutang atau melakukan ibadah korban kita perlu melihat kepada jenis hutang, tempoh janji bayaran semula dan kemampuan orang yang berhutang.

Jika dari jenis hutang yang telah terancang pembayarannya seperti hutang bank dan selepas ditolak semuanya masih ada baki wang, tatkala itu individu tersebut sewajarnya melihat dan memikirkan berkenaan hutang tidak rasmi daripada individu lain atau rakan-rakan serta tempoh yang dijanjikan.

Jika tempoh langsaian hutang masih jauh dan diyakini pendapatan akan datangnya boleh menampung semunya tanggungjawab wajib itu. Di ketika itu  barulah ibadah korban menjadi utama untuk dilaksanakan.

Hal ini amat jelas kerana ibadah korban hanya sunat muakkad sahaja menurut majoriti mazhab mankala melangsaikan hutang dalam tempohnya adalah wajib.

Jika disebabkan ingin berkorban sehingga menyebabkan rakan pemberi hutang pula ‘terkorban', hubungan persaudaraan ‘terkorban', atau hingga menyebabkan pihak bank mengenakan penalti kerana lewat bayar, tidak wajar sama sekali untuk berkorban juga. Keutamaan tetap bagi pelangsaian hutang berbanding berkorban. Demikian pandangan ringkas saya.

Sembelih Korban Guna Ayam

Asal hukum mesti bahimatul al-an’am sebagaimana disebut di dalam al-Quran. Ayam tidak tergolong dalam kategori itu. Bagi mereka yang tidak mampu, gugurkan kesunatan korban daripada mereka. Namun jika mereka ingin menyembelih ayam sebagai ganti, hanya menjadi sedeqah biasa. Diriwayatkan Ibn Abbas pernah membeli daging dengan harga satu dirham dan berkata, “nah, inilah korban Ibn Abbas,” iaitu secara majaz.

Korban oleh Organisasi & Syarikat?

Ramai yang bertanya dan ramai juga yang melakukan amalan ini. Adakah sebuah syarikat boleh mengeluarkan peruntukan tertentu untuk membeli 20 ekor lembu dan berkorban atas nama syarikat?

Jawab ringkas saya - "tidak boleh !" Ibadah korban adalah ibadah yang dilakukan oleh individu tertentu atau untuk individu tertentu. Ibadah ini bukan untuk organisasi yang bukan manusia. Justeru, jika sebuah organisasi ingin melaksanakannya, mesti menghadiahkannya kepada mana-mana Pengarah atau kakitangannya.

Ketika itu, korban barulah sah dan menjadi korban oleh individu yang ditentukan namanya sahaja dan bukan atas nama syarikat. Pihak syarikat terbabit boleh bergilir-gilir menghadiahkan lembu tertentu dan bahagiannya dihadiahkan kepada kakitangan secara khusus untuk dilaksanakan sembelihan atau korban. Pahala korban akan hanya diperoleh oleh individu dan pihak organisasi pula (iaitu pemilik organisasi iaitu manusia) hanya mendapat pahala kerana ‘menghadiahkan' lembu atau bahagiannya kepada kakitangan sahaja.

Jika tidak mahu berbuat demikian, bermakna pihak syarikat mestilah meletakkan secara khusus 20 ekor lembu itu, untuk para lembaga pengarahnya secara khusus juga. Bukan atas nama syarikat, tetapi individu.

Binatang yang Dikongsi

a) Yang boleh dikongsi : Lembu, Unta, Kerbau. Dalilnya dari hadis, yang bermaksud;

“Rasulullah berkongsi sewaktu hajinya bersama kaum Muslimin, seekor Lembu dibahagi tujuh bahagian.” (Riwayat Ahmad)

b) Yang tidak boleh dikongsi (Ijma’ ulama): Kambing, kibasy dan sepertinya. Adapun kongsi pahala, terdapat khilaf dan sebahagian mengharuskannya.

Kongsi Pahala Qurban

a) Ketua keluarga diharuskan menyembelih satu bahagian lembu atau kerbau atau unta dan diniatkan pahalanya kepada keluarganya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Baginda Nabi SAW.
b) Namun, untuk kongsi pahala dengan seluruh syarikat atau negara, tidak dilakukan oleh sahabat nabi. Hanya Nabi yang berkorban dan menyatakan "Ini adalah untuk ummatku yang tidak berkorban. Disebutkan di dalam sebuah hadis bahawa Nabi membaca doa ini semasa ingin menyembelih, maksudnya;

“Dengan Nama Allah dan ya Allah terimalah daripada Muhammad dan keluarga Muhammad dan umatnya.

Siapa Patut Mulakan Qurban?


Jawabnya adalah imam di sesuau tempat tersebut dan diikuti dengan orang ramai, demikian sunah Nabi SAW berdasarkan hadis yang bermaksud;

“Berkata Ibn Umar r.a.’ ertinya : Nabi melaksanakan sembelihan sedang baginda berada di kawasan solatnya.

Berkata Imam Malik : “Imam menyembelih di kawasan solat dan agar tiada yang menyembelih satu orang pun sebelumnya.”

http://www.zaharuddin.net

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...